Kamis, 03 Juli 2014

  Puzzle Antara Kisah  Kita


Cita-cita saya sederhana, ingin menjadi analis kimia yang handal. Bogor merupakan tempat dimana saya menggapai langit impian yang selama ini sangat diinginkan. Rasa aneh berpisah jauh bersama orang-orang tersayang, teristimewa dia yang selalu terlintas di benak. Awalnya, jarak bukanlah satu penghalang untuk memulai hal indah dengannya. Komunikasi melalui telfon selalu dilakukan, dan semuanya berjalan dengan baik.
Seiring dengan berjalannya waktu, ada satu bagian puzzle yang hilang dalam romansa ini, satu bagian yang terasa aneh untuk dijalani lagi. Ada bagian yang hambar, terasa lain. Sangat lain. Mungkin karena komunikasi yang kurang, karena kesibukan atau karena kadar cinta dan peduli yang berkurang. Seakan bingung untuk menyimpulkan rasa yang dialami saat ini.
Memberi cinta lebih baik daripada menerimanya. Mudah untuk didengar, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Bertahan seakan tak mungkin, tapi untuk berpisah tak mungkin. Saya mencintai dengan hati yang tulus. Saya mencintai karena Allah.
Kata orang, cinta itu indah. Tapi tidak menurut saya. Cinta itu hanya terkadang indah. Sakitnya bahkan menutupi keindahan cinta. Belajar untuk mencintai tanpa syarat utuk orang yang tepat. Ya, mungkin sebenarnya bukan mencintai orang yang sempurna, tapi mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.
           
                                                                                            Rizky Cipta Ardita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, ,