Satu dari Seribu Alasan
Bahagia bukanlah kata yang asing
dalam hidup . Hidup bahagia menurut saya bukan diukur dari seberapa banyak
kebahagiaan yang kamu terima dari orang lain, tapi seberapa banyak kebahagiaan
yang kamu beri untuk orang lain. Saya mencoba untuk selalu membahagiakan orang
lain dengan cara dan sistem yang saya anut, tapi terkadang bahkan tak ada yang
mengerti dengan sistem itu, kecuali papa dan mama . Mereka merupakan bagian
terindah dalam hidup ini .
Papa dan mama yang menguatkan,
mengerti, peduli, menjaga, bahkan telah melakukan segala yang terbaik dalam hidup. Mereka
merupakan sosok panutan dalam menjalani hidup ini . Saya mencintai mereka,
sangat mencintai bahkan melebihi hidup saya . Hidup ini seakan hampa tanpa
keberadaan mereka. Tak berasa tanpa cinta dan kasih sayang mereka. Terima kasih
papa mama, telah menjadikan saya menjadi berarti.
Cinta dan kasih sayang yang besar
membuat saya tegar menghadapi hidup dengan berbagai masalah hidup . Masalah
kuliah, teman, cinta, dan semua hal yang tak bisa di pahami. Maaf untuk setiap
kesalahan yang pernah dilakukan. Tak mendengarkan perintah dan nasehat papa
mama dengan baik. Maaf belum bisa membanggakan papap mama dengan prestasi yang
saya punya. Maaf selalu merepotkan. Tapi taukah ? Saya mencintai papa dan papa
dengan segenap jiwa dan raga.
Terkadang ada begitu banyak masalah
dalam hidup yang bahkan sulit untuk mendapatkan solusi yang baik. Ingin rasanya
teriak dan menangis, semuanya terasa hambar seakan mati rasa. Terkadang, hal
baik yang dilakukan bahkan salah dimengerti oleh orang lain. Itu menyedihkan,
sangat menyedihkan. Mungkin saya yang terlalu peka dengan keadaan, atau mungkin
orang lain yang bahkan tak mengerti dengan perasaan saya. Diam, menangis, dan
berdoa merupakan hal yang sering saya lakukan untuk menenangkan diri . Menangis
dalam diam dan doa.
Terima kasih Allah utuk segala
sesuatu yang terjadi dalam hidup ini, untuk setiap senyum, tawa, bahkan air
mata yang ada. Terima kasih untuk setiap masalah dalam hidup ini. Terima Kasih
untuk papa mama yang baik, peduli, dan penuh kasih sayang. Terima kasih untuk
kakak adik yang sangat saya cintai. Saya mencintai mereka bahkan seperti angin,
tak terlihat, tapi sangat terasa.
Rizky Cipta Ardita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
, ,