Sabtu, 05 Juli 2014


Biasa Saja

Sekedar pembuka, baca aja (nggak mungkin didengerin kan), nama lengkap saya Rizky Cipta Ardita , saya lahir di Tasikmalaya pada 9 Januari 1995. Asal sekolah saya SDN Wancimekar ll, SMPnyadi SMPN 1 Kotabaru dan SMPN 1 Cisayong (2 karena masih  labil jadi pindah2), dan SMA di SMAN 1 Cikampek.Saya tinggal bersama orang tua dan 1 adik saya di Perum Rancamanyar Blok D2 no 19. Okelangsung saja, disini saya akan mulaibercerita tentang fase kehidupan yang saya alami yaitu anak2,alay,remajadan belum dewasa.
Seperti pada umumnya  masa anak2 saya sama seperti temen temen semua, tidak ada yang beda, dan tidak adayang aneh, sama cengengnya, manjanya, nakalnya, rewelnya, suka jajannya, dan beranjak ke Tk  mungkin sama malas untuk  belajar. Tapi Alahamdulillah kesadaran belajar timbul saat SD kelas 2. Bukannya pamer nih temen2,dan saya yakin pasti temen temen juga megalami hal yang sama, mungkin juga itu karena tidak ada saingan saja  hehehe, jadi bisa  lebih unggul dari siswa lain.Paling unggul Dari kelas 2 SD sampai kelas 3 SMP. Prestasi di SMAdoremi (peringkat berkisar 4,5,6) karena banyak saingan
Nah pada masa ini lah yang selalujadi candaaan, lelucon dan bahan teretawaan jika ingat masa ini, yaitu alay. Ya alay. Katanya sih alay itu singkatan dari anak layangan. Tapi apa hubungannya ya sama tulisan, yang yaaaa mungkin sekarang kita bilangnya aneh, padahal dulu itu tulisan favorit. Kalo gaya tulisan smsnya ga gitu dibilang anak ga gahooool dan ga anak jaman sekarang.
 Aneh ----________----.
Yang 3 berarti E, gi3 4pw4h yang berarti lagi apa? bahkan dahulu tuh ya, saking alaynya aku kalo sms ga rame di modifikasi dengan angka tuh berasa ada yang kurang, seperti makan sayur yang kurang garam, kan ga enak banget  rasanya. Tapi kalo bercita-cita jadi dokteritu bukan suatu hal yang alay kan ??
            Lanjut ke masa remaja, ga aneh ya bagi kita mulai tertarikdengan lawan jenis kan???  Pasti temen2 jugapernah merasakan hal tsb.*astaghfirullah, jaga pandangan. udah ah lewat pada masa ini mah, malu ah kalo diceritain hihihi.
Segitu mungkin masa main-mainnya, memasuki masa SMA semuanya mungkin berubah, pemikirannya pun sudah jauh ke depan, memikirkan nanti bagaimana??  bukan bagaimana nanti !!
Akupun mulai mengerti akan kondisi keluarga ku, cita-cita sejak kecil ingin jadi dokter terpaksa aku urungkan. Beralihlah cita2 ku menjadi seorang guru. Dan cita2 tersebut Alhamdulillah  direstui oleh orang tuaku.
Promosi setiap perguruan pun berdatangan ke sekolah ku, Negeri, Swasta,dan termasuk AKA juga promosi disekolahku. Pada saat itu AKA adalah sesuatu yang baru aku tahu, sebelumnya aku tidak pernah tau. Tertarik sihh,karena belajarnya singkat dan mudah mendapat pekejaan. Tanpa pikirpanjang,langsung lah aku mempersiapkan persyaratannya. Sempaminder sih karena temen ku yang punya kemampuan lebih dari aku  yang ga bisa apa-apa juga daftar. Dan pasrahkan saja lah. Daftar !! daftar !! daftar !! melalui jalur rapot. Aku tidak hanya daftar ke AKA saja, karena cadangan takut tidak di terima dimana- dimana. Dan alhamdulillah beasiswa di perguruan tiggi negeri sudah ditangan, dan ternyata aku juga lolos seleksi rapot di  AKA yang kini menjadi almamater kebanggan. Jujur, ini dua pilihan yang sangat berat untuk aku putuskan, aku hanya minta kepada sang kholik tunjukanlah kepadaku jalan yang harus aku pilih,  agar aku bisa lebih didekatkan dengan beliau, dan ditempatkan ditempat yang aman untuk hal pergaulan.
Entah kenapa perguruan yang menjadi cita-citaku,dan mendapat beasiswa aku abaikan, padahal tinggal daftar ulang. Orang tua ku sihbilang  terserah aku mau memilih yang mana, toh kan yang menjalankan aku, tapi mereka juga bilang, kami sih ingin kalo teteh  lebih baik di AKA aja. *nah lo, katanya terserah -_-.
Aku putuskan aku memilih AKA.Insya ALLAH ini jalan yang diridhoi ALLAH danorang tua.
Kadang terbersit pikiran ku, kalo aku tuh salah ga sih ngambil keputusan ini *astagfirulloh. Ditambah lagi temen satu kosan aku dari SMK yang jurusannya analis, otomatis dia punya basic analis, sedangkan aku???  hanya dari SMA yang pelajarannya hanya kimia permukaan nya aja, ga sampe dalem dan praktek pun jarang sekali, malah bisa dihitung oleh jari.
            Tapi semuanya sudah jadi keputusan yang aku ambil, yang harus dijalani dan aku pertanggung jawabkan. Alhamdulillah memang mungkin ini jawaban dari doaku. #maaf jadi curhat nihh. Kesan pertama aku datang ke akadem ini, aku serasa memasukipesantren. KEREN !!!
           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, ,