Biasa Saja
Sekedar pembuka,
baca aja (nggak mungkin didengerin
kan), nama lengkap saya Rizky Cipta Ardita , saya lahir di Tasikmalaya pada 9
Januari 1995. Asal sekolah saya SDN Wancimekar ll, SMPnyadi SMPN 1 Kotabaru dan
SMPN 1 Cisayong (2 karena masih labil jadi pindah2), dan SMA di SMAN 1
Cikampek.Saya tinggal bersama orang tua dan 1 adik saya di Perum Rancamanyar
Blok D2 no 19. Okelangsung saja,
disini saya akan mulaibercerita tentang fase kehidupan yang saya alami yaitu
anak2,alay,remajadan belum dewasa.
Seperti
pada umumnya masa anak2 saya sama
seperti temen temen semua, tidak ada yang beda, dan tidak adayang aneh, sama
cengengnya, manjanya, nakalnya, rewelnya, suka jajannya, dan beranjak ke
Tk mungkin sama malas untuk belajar. Tapi Alahamdulillah kesadaran belajar
timbul saat SD kelas 2. Bukannya pamer nih temen2,dan saya yakin pasti temen
temen juga megalami hal yang sama, mungkin juga itu karena tidak ada saingan saja hehehe, jadi bisa lebih unggul dari siswa lain.Paling unggul Dari
kelas 2 SD sampai kelas 3 SMP. Prestasi di SMAdoremi (peringkat berkisar 4,5,6) karena banyak saingan
Nah
pada masa ini lah yang selalujadi candaaan, lelucon dan bahan teretawaan jika
ingat masa ini, yaitu alay. Ya alay. Katanya sih alay itu singkatan dari anak layangan.
Tapi apa hubungannya ya sama tulisan, yang yaaaa mungkin sekarang kita
bilangnya aneh, padahal dulu itu tulisan favorit. Kalo gaya tulisan smsnya ga
gitu dibilang anak ga gahooool dan ga anak jaman sekarang.
Aneh ----________----.
Yang 3 berarti
E, gi3 4pw4h yang berarti lagi apa? bahkan dahulu tuh ya, saking alaynya aku
kalo sms ga rame di modifikasi dengan angka tuh berasa ada yang kurang, seperti
makan sayur yang kurang garam, kan ga enak banget rasanya. Tapi kalo bercita-cita jadi dokteritu
bukan suatu hal yang alay kan ??
Lanjut ke masa remaja, ga aneh ya
bagi kita mulai tertarikdengan lawan jenis kan??? Pasti temen2 jugapernah merasakan hal tsb.*astaghfirullah,
jaga pandangan. udah ah lewat pada masa ini mah, malu ah kalo diceritain hihihi.
Segitu
mungkin masa main-mainnya, memasuki masa SMA semuanya mungkin berubah,
pemikirannya pun sudah jauh ke depan, memikirkan nanti bagaimana?? bukan bagaimana nanti !!
Akupun
mulai mengerti akan kondisi keluarga ku, cita-cita sejak kecil ingin jadi dokter
terpaksa aku urungkan. Beralihlah cita2 ku menjadi seorang guru. Dan cita2
tersebut Alhamdulillah direstui oleh
orang tuaku.
Promosi
setiap perguruan pun berdatangan ke sekolah ku, Negeri, Swasta,dan termasuk AKA
juga promosi disekolahku. Pada saat itu AKA adalah sesuatu yang baru aku tahu,
sebelumnya aku tidak pernah tau. Tertarik sihh,karena belajarnya singkat dan
mudah mendapat pekejaan. Tanpa pikirpanjang,langsung lah aku mempersiapkan
persyaratannya. Sempaminder sih
karena temen ku yang punya kemampuan lebih dari aku yang ga bisa apa-apa juga daftar. Dan
pasrahkan saja lah. Daftar !! daftar !! daftar !! melalui jalur rapot. Aku
tidak hanya daftar ke AKA saja, karena cadangan takut tidak di terima dimana-
dimana. Dan alhamdulillah beasiswa di perguruan tiggi negeri sudah ditangan,
dan ternyata aku juga lolos seleksi rapot di
AKA yang kini menjadi almamater kebanggan. Jujur, ini dua pilihan yang
sangat berat untuk aku putuskan, aku hanya minta kepada sang kholik tunjukanlah
kepadaku jalan yang harus aku pilih, agar aku bisa lebih didekatkan dengan beliau,
dan ditempatkan ditempat yang aman untuk hal pergaulan.
Entah
kenapa perguruan yang menjadi cita-citaku,dan mendapat beasiswa aku abaikan,
padahal tinggal daftar ulang. Orang tua ku sihbilang terserah aku mau memilih yang mana, toh kan
yang menjalankan aku, tapi mereka juga bilang, kami sih ingin kalo teteh lebih baik di AKA aja. *nah lo, katanya
terserah -_-.
Aku
putuskan aku memilih AKA.Insya ALLAH ini jalan yang diridhoi ALLAH danorang
tua.
Kadang terbersit
pikiran ku, kalo aku tuh salah ga sih ngambil keputusan ini *astagfirulloh.
Ditambah lagi temen satu kosan aku dari SMK yang jurusannya analis, otomatis
dia punya basic analis, sedangkan aku???
hanya dari SMA yang pelajarannya hanya kimia permukaan nya aja, ga sampe
dalem dan praktek pun jarang sekali, malah bisa dihitung oleh jari.
Tapi semuanya sudah jadi keputusan
yang aku ambil, yang harus dijalani dan aku pertanggung jawabkan. Alhamdulillah
memang mungkin ini jawaban dari doaku. #maaf jadi curhat nihh. Kesan pertama
aku datang ke akadem ini, aku serasa memasukipesantren. KEREN !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
, ,