Kamis, 15 Mei 2014



Persembahan untukmu


Pikirku pun melayang, dahulu penuh kasih
Teringat sebuah cerita orang tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang 
Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku

(Bunda_Melly Goeslaw)


       Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila aku  dikelilingi oleh orang-orang yang aku cintai.  Ada beberapa orang Yang tentunya tidak akan diragukan lagi ketulusan cintanya dan tak akan pernah melupakan aku. Yaitu keluarga, terutama orang tua.
       Keberhasilan dan perjuanganku hari ini tak terlepas dari bimbingan mereka, bahagiaku surga meraka dan deritaku pilu bagi mereka. Aku duduk didepan laptop dari kejauhan sana dan ku lihat ada 2 orang  dengan senyuman yang tak asing dimataku, 2 orang yang aku cintai, 2 orang yang aku sayangi, yang sedang menunggu kabar yang akan kusampaikan pada mereka.
       Dengan diiringi senyuman kecil, rasa bahagia luar biasa yang aku sembunyikan dari mereka. Aku berjalan menghampiri mereka. Seiring dengan langkahku, terlintas dibenakku atas apa yang telah mama dan ayah berikan kepadaku. Ya, mama yang telah mengandungku selama 9 bulan, rela hari-harinya dibebani olehku, membawaku kemana saja meski berat dirasakan, mama juga yang telah memperjuangkan hidup, mama juga yang telah merawatku. Ayah yang telahh mendidikku, ayah yang rela kerja banting tulang dan iklas mengeluarkan keringat agar aku bisa menikmati hidup yang indah ini, kerja lembur hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Namun apa yang bisa kulakukan untuk membalas mereka ???? Sering aku tutup kuping jika mereka memarahiku atas kenakalanku. Sering juga aku banting pintu  jika mereka tidak menuruti permintaanku. Dan bahkan aku sering mengatakan hal yang dilarang oleh agamaku jika diperintah oleh orang tuaku, yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku . Namun , apakah mereka menaruh dendam terhadapku? TIDAK !!!! tidak sama sekali.              
       Mereka dapat tulus memaafkan kesalahanku, mereka dapat tulus selalu menyayangiku dalam setiap hembusan nafasnya, bahkan mereka selalu menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini.
       Ya Allah betapa durhakanya aku. Tak sadarkah diri ini bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. 
       Langkah ku terhenti dihadapan mereka  dan kupandangi wajah ayah dan mamahku inci demi inci. Badan yang dahulu tegak, kini mulai membungkuk, rambut yang dahulu hitam kini mulai memutih. Dan kulit yang dahulu kencang kini mulai mengeriput. Kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia,  bangga, air mata haru saat aku memberitahu kabar kelulusanku di AKA.
       Kucium tangan mereka, kupeluk erat mereka, dan kukatakan, “mamah, ayah hanya ini yang sekarang bisa kuberikan untukmu”.  Dan yang aku berikan saat ini tidak akan cukup untuk membalas apa yang telah mamah dan ayah berikan terhadapku. Terima kasih mamah, terima kasih ayah, aku sayang ayah dan mamah sampai akhir khayatku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, ,