Persembahan untukmu
Pikirku pun
melayang, dahulu penuh kasih
Teringat
sebuah cerita orang tentang riwayatku
Kata mereka
diriku selalu dimanja
Kata mereka
diriku selalu ditimang
Oh
bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku
(Bunda_Melly Goeslaw)
Kebahagiaan akan
terasa lebih lengkap apabila aku dikelilingi
oleh orang-orang yang aku cintai. Ada
beberapa orang Yang tentunya tidak akan diragukan lagi ketulusan cintanya dan
tak akan pernah melupakan aku. Yaitu keluarga, terutama orang tua.
Keberhasilan
dan perjuanganku hari ini tak terlepas dari bimbingan mereka, bahagiaku surga
meraka dan deritaku pilu bagi mereka. Aku duduk didepan laptop dari kejauhan
sana dan ku lihat ada 2 orang dengan
senyuman yang tak asing dimataku, 2 orang yang aku cintai, 2 orang yang aku
sayangi, yang sedang menunggu kabar yang akan kusampaikan pada mereka.
Dengan
diiringi senyuman kecil, rasa bahagia luar biasa yang aku sembunyikan dari
mereka. Aku berjalan menghampiri mereka. Seiring dengan langkahku, terlintas
dibenakku atas apa yang telah mama dan ayah berikan kepadaku. Ya, mama yang
telah mengandungku selama 9 bulan, rela hari-harinya dibebani olehku, membawaku
kemana saja meski berat dirasakan, mama juga yang telah memperjuangkan hidup,
mama juga yang telah merawatku. Ayah yang telahh mendidikku, ayah yang rela
kerja banting tulang dan iklas mengeluarkan keringat agar aku bisa menikmati
hidup yang indah ini, kerja lembur hari demi hari, bahkan tahun demi tahun.
Namun apa yang bisa kulakukan untuk membalas mereka ???? Sering aku tutup kuping
jika mereka memarahiku atas kenakalanku. Sering juga aku banting pintu jika mereka tidak menuruti permintaanku. Dan bahkan
aku sering mengatakan hal yang dilarang oleh agamaku jika diperintah oleh orang
tuaku, yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku . Namun , apakah mereka menaruh dendam terhadapku?
TIDAK !!!! tidak sama sekali.
Mereka dapat tulus memaafkan kesalahanku, mereka
dapat tulus selalu menyayangiku dalam setiap hembusan nafasnya, bahkan mereka
selalu menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti
sekarang ini.
Ya Allah betapa durhakanya aku. Tak sadarkah diri ini bahwa
mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku.
Langkah ku terhenti
dihadapan mereka dan kupandangi wajah
ayah dan mamahku inci demi inci. Badan yang dahulu tegak, kini mulai membungkuk,
rambut yang dahulu hitam kini mulai memutih. Dan kulit yang dahulu kencang kini
mulai mengeriput. Kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan
air mata bahagia, bangga, air mata haru
saat aku memberitahu kabar kelulusanku di AKA.
Kucium
tangan mereka, kupeluk erat mereka, dan kukatakan, “mamah, ayah hanya ini yang sekarang
bisa kuberikan untukmu”. Dan yang aku
berikan saat ini tidak akan cukup untuk membalas apa yang telah mamah dan ayah
berikan terhadapku. Terima kasih mamah, terima kasih ayah, aku sayang ayah dan
mamah sampai akhir khayatku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
, ,