Kamis, 15 Mei 2014



Kalimat Efektif 

Merupakan kalimat yang mampu menyampaikan gagasan dari penulis ke pembaca, sehingga menimbulkan gagasan yang sama antara penulis dan pembaca.

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF

1)      Kesepadanan
2)      Keparalelan
3)      Ketegasan
4)      Kehematan
5)      Kecermatan
6)      Kepaduan
7)      Kelogisan

KESEPADANAN

Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Ciri-ciri kesepadanan:
  1. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas.
  2. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal.
  3. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas.
Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di, dalam bagi untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya di depan subjek.
Contoh:
  1. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah)
  2. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah.(Benar)
Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal.
Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
Contoh:
  1. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
  2. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop.
Perbaikannya adalah sebagai berikut:
  1. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
  2. Sekolah kami terletak di depan bioskop.
KEPARALELAN

Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.
Contoh :
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang
Kalimat ini tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya, yaitu kata pengecatan, memasang,pengujian, dan pengaturan.
Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi  :
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

KETEGASAN

Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat.
Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat:
  1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
  2. Membuat urutan kata yang bertahap
  3. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
  4. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
  5. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan).
Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
          Contoh:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.
Penekanannya Harapan presiden.
          Jadi, penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.
Membuat urutan kata yang bertahap
          Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Melakukan pengulangan kata (repetisi).
          Contoh:
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
          Contoh:
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Mempergunakan partikel penekanan (penegasan).
          Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.

KEHEMATAN

          Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan :
          Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.
          Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
          Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
          Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Menghilangkan Pengulangan Subjek
  1. Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
  2. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.
Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut:
  1. Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
  2. Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.

Menghindarkan Pemakaian Superordinat pada Hiponimi Kata
  1. Ia memakai baju warna merah.
  2. Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
Kata merah sudah mencakupi kata warna.
Kata pipit sudah mencakupi kata burung.
Kalimat itu dapat diubah menjadi
1. Ia memakai baju merah.
2. Di mana engkau menangkap pipit itu?
Menghindarkan Kesinoniman dalam Satu Kalimat.
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini.
  1. Dia hanya membawa badannya saja.
  2. Sejak dari tadi pagi dia bermenung.
Kata hanya bersinonim dengan saja
Kata sejak bersinonim dengan dari tadi
Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi
  1. Dia hanya membawa badannya.
  2. Sejak pagi dia bermenung.
Tidak Menjamakkan Kata-kata yang Berbentuk Jamak.
Misalnya:
Bentuk tidak baku : para tamu-tamu, beberapa orang-orang
bentuk baku : para tamu, beberapa orang.

KECERMATAN

Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda.
Dan tepat dalam pilihan kata. Perhatikan kalimat berikut.
  1. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
  2. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.
Kalimat (a) memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa atau perguran tinggi.
Kalimat (b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.

KEPADUAN

          Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

KELOGISAN

Kalimat efektif harus mudah dipahami. Unsur-unsur pembentuknya harus memiliki hubungan logis yang dapat diterima akal sehat.
Contoh:
  1. Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan selesailah makalah ini. (SALAH)
  2. Puji Syukur kepada Tuhan atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini selesai. (BENAR)
SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF

Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut:
  1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
  2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF

Struktur kalimat efektif  haruslah benar. Kalimat itu harus memiliki kesatuan bentuk, sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya kesatuan arti

Misalnya, Anda akan menyatakan Saya menulis surat buat papa. Efek yang ditimbulkannya akan sangat lain, bila dikatakan:
1.    Buat Papa menulis surat saya.
2.    Surat saya menulis buat Papa.
3.    Menuis saya surat buat Papa.
4.    Papa saya buat menulis surat.
5.    Saya Papa buat menulis surat.
6.    Buat Papa surat saya menulis.
Walaupun kata yang digunakan dalam kalimat itu sama, namun terdapat kesalahan. Kesalahan itu terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur kalimat) tidak jelas fungsinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, ,