Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya
yang anggun, tapi dilihat dari kedewasaaanya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya
ketika aksi, tapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia
berorganisasi, tapi sebesar apa tanggung
jawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya
dalam syuro, tapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari
permasalahannya.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang
selalu membawa Al-qur’an, tapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan
kandungan Al-qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IPnya yang
tinggi, tapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya kepada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan
matanya ketika berinteraksi, tapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari shalatnya
yang lama, tapi dilihat dari kedekatannya pada Rabb diluar aktivitas shalatnya.
Dalam Penghambaan Kepada-Mu
Menempuh jalan yang kan membawaku kepada-Mu
Ku temukan banyak kerikil tajam dan anak
berduri
Melintasi hamparan laut pengembaraan
Yang membawaku pada cahaya-Mu
Ternyata . . . .
Dihadang gelombang dan badai besar
Semakin ku teruskan tuk berjalan
Semakin keras ku dihadang
Namun . . . .
Allah selalu saja memungut kerikil tajam
Menebar anak berduri
Menghalau gelombang dan badai besar
Menuntun hamba-Nya yang selalu berdo’a
Karena . . .
Dia memang sangat dekat
Dia selalu memeluk do’a- do’a setiap manusia
Dia selalu memberi kasih sayang kepada
hambanya
Namun mengapa ?
Masih saja aku mengharapkan kasih sayang dari
manusia
Wahai Allah yang maha membolak- balikan hati
Penuhilah hatiku dengan iman kepada-Mu
Jadikanlah aku hamba-Mu
Yang lembut dan mudah memaafkan
Berikan kekuatan untuk sanggup memikul cobaan
dan masalah yang kau berikan
Karena itu semua adalah cara untuk menaikan
derajat hamba-Mu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
, ,