Rabu, 12 Maret 2014


Akhwat Sejati

Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tapi dilihat dari kedewasaaanya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tapi  sebesar apa tanggung jawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro, tapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari permasalahannya.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-qur’an, tapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al-qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IPnya yang tinggi, tapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya kepada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika berinteraksi, tapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari shalatnya yang lama, tapi dilihat dari kedekatannya pada Rabb diluar aktivitas shalatnya.




Dalam Penghambaan Kepada-Mu


Menempuh jalan yang kan membawaku kepada-Mu
Ku temukan banyak kerikil tajam dan anak berduri
Melintasi hamparan laut pengembaraan
Yang membawaku pada cahaya-Mu
Ternyata . . . .
Dihadang gelombang dan badai besar
Semakin ku teruskan tuk berjalan
Semakin keras ku dihadang
Namun . . . .
Allah selalu saja memungut kerikil tajam
Menebar anak berduri
Menghalau gelombang dan badai besar
Menuntun hamba-Nya yang selalu berdo’a
Karena . . .
Dia memang sangat dekat
Dia selalu memeluk do’a- do’a setiap manusia
Dia selalu memberi kasih sayang kepada hambanya
Namun mengapa ?
Masih saja aku mengharapkan kasih sayang dari manusia
Wahai Allah yang maha membolak- balikan hati
Penuhilah hatiku dengan iman kepada-Mu
Jadikanlah aku hamba-Mu
Yang lembut dan mudah memaafkan
Berikan kekuatan untuk sanggup memikul cobaan dan masalah yang kau berikan
Karena itu semua adalah cara untuk menaikan derajat hamba-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

, ,